![]() |
| boomvisibility.com |
Pernahkah anda merasa heran, saat membuka media sosial bermunculan iklan dengan produk yang kebetulan kita butuhkan? Eitsss... Sebentar, itu bukan kebetulan, tapi itu benar-benar sebuah keajaiban yang terstruktur. Bukan sebuah magic yang abacadabra, tapi itu adalah hasil yang diciptakan sebuah system matematis. Tiba-tiba saja saat kita sedang berfikir panjang karena seharian kita kefikiran untuk memiliki sebuah tas gunung, eh pas buka facebook malah muncul iklan tas gunung. Aneh bukan? Kita akan terheran-heran ko bisa makhluk bernama dunia maya melalui google atau platform lainnya seakan dapat menebak isi hati atau fikiran kita. Markidah, mari kita bedah!
Semua peselancar dunia maya pasti pernah mengalami hal ini. Saat anda memasuki sebuah website, muncul pop-up message, atau sebut saja notifikasi dengan tulisan cookies, accept (terima) atau tolak (abaikan). Tanpa sadar kita klik terima agar mempercepat proses masuk ke sebuah halaman tanpa banyak ceramah. Atau sebaliknya kita segera tolak karena kita merasa khawatir, notifikasi tersebut malah mengganggu proses browsing di situs tersebut. Tanpa pengetahuan yang cukup tentang pop-up tersebut, akhirnya kita berkeputusan tanpa tau resiko atau keuntungannya untuk kita.
Cookies diambil dari bahasa inggris yang berarti kue atau sepotong kue. Cookie atau cookies adalah istilah untuk data dan informasi yang berisi rekam jejak serta aktivitas ketika menelusuri sebuah website. Cookies juga bisa berarti kumpulan data yang diterima komputer dari sebuah website lalu dikirimkan kembali ke situs yang dikunjungi. cookie memungkinkan sebuah situs mengenali pengguna dan mengingat informasi atau preferensi pengguna, misalnya terkait pilihan berita. Kedua, terkait personalisasi. Cookie dapat menyimpan informasi terkait aktivitas online pengguna. Dari data itu, cookie memungkinkan memberikan iklan yang pengguna sukai.
Cara kerja cookies adalah saat kamu mengunjungi sebuah web, cookies akan disimpan di direktori file browser. Ketika kamu kembali mengunjungi situs tersebut, browser kamu akan membaca cookies dan menyampaikan informasi itu kembali ke situs web atau elemen yang pada awalnya mengatur cookie. Sebut saja ada sebuah halam situs yang meminta visitors untuk melakukan login terlebih dahulu sebelum memasuki setiap halaman web. Saat kita menerima permintaan cookies, maka diberikan keuntungan dengan tersimpannya akun dan password yang pertama kali kita gunakan, disaat kembali mengunjungi web tersebut kita tidak perlu melakukan login dengan menuliskan akun id berikut passwordnya, karena sudah otomatis tersimpan.
Begitulah kira-kira teorinya. Jadi kalau sekarang anda masuk facebook atau situs manapun, ga usah aneh jika ada produk yang muncul seisi fikiran dan hati kita. Karena memang jejak selancar kita telah direkam secara system melalui cookies. Sekarang tinggal anda yang menentukan, apakah setiap ada notifikasi permintaan penerimaan cookies di pop-up message akan anda terima atau tolak. Tergantung kesiapan anda menerima konsekwensi nyaman atau tidaknya. Jika tidak ingin ribet melakukan login secara spelling kembali, terimalah cookies. Tapi jika anda merasa type orang yang tidak mau diterka oleh pihak lain dalam berbagai hal, maka jangan sesekali mengklik tombol Accept.
Baca Juga :
Awas, Selfie Berujung Jatuh Miskin
Belajar coding gratis untuk Guru dan Siswa Madrasah

0 Komentar