![]() |
| monitorindonesia.com |
Tapi pernahkah anda melakukan selfie dengan posisi memegang Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau dokumentasi lainnya. Swafoto semacam itu dilakukan untuk kepentingan dokumen penting atau syarat pengajuan di bank atau yang lainnya. Lembaga yang melakukan permintaan swafoto dengan KTP tersebut tentunya memiliki alasan kuat agar foto tersebut menjadi kekuatan bukti transaksi antara nasabah dengan pihak lembaga keuangan.
Apakah anda sempat berfikir bahwa ada pihak (oknum) yang memanfaatkan swafoto tersebut untuk tindakan kejahatan? Ya, benar. Setelah membaca postingan ini tampaknya anda patut berhati-hati. Akhir-akhir ini banyak korban penipuan yang merasa dirugikan lantaran selalu dihubungi oleh lembaga pinjaman keuangan, sebut saja petugas penagih hutang (setoran) dengan alasan anda belum melakukan pembayaran setoran pada bulan tertentu. Padahal anda tidak merasa melakukan transaksi peminjaman online.
Mari kita telusuri, kenapa hal tersebut bisa terjadi tanpa disadari. Kembali lagi saya tegaskan, bahwa swafoto dengan KTP adalah syarat bagi beberapa lembaga peminjaman uang agar memperkuat data peminjam. Kesimpulannya jika anda atau siapapun melakukan transaksi pinjam secara online dengan menggunakan persyaratan swafoto tersebut, maka secara otomatis lembaga pinjol akan segera memprosesnya, terlebih mereka sangat diuntungkan dengan penambahan nasabah (peminjam). Karena sepertinya, semakin mempermudah proses persyaratan maka semakin beruntung pula lembaga mendapatkan tambahan anggota tanpa harus terlalu jauh memverifikasi validitas sang nasabah.
Disini, ya disini akar masalahnya. Jika, ya jika, bagaimana jika ada pihak lain yang menggunakan swafoto anda untuk melakukan transaksi pinjol tanpa sepengetahuan anda. Siap-siap saja setiap bulan akan ada notifikasi tagihan dari pinjol kepada anda. Merasa atau pun tidak, anda akan tetap dipaksa oleh pinjol tersebut untuk segera membayarnya karena mereka tidak mau tahu, pegangan mereka hanyalah swafoto anda tadu yang digunakan oleh pihak lain (oknum). Selamat anda terjebak pada fraud/penipuan atau kejahatan dengan modus pemulungan data oleh oknum yang memanfaatkan kelengahan dan kebocoran data privasi anda.
Mulai hari ini, berhentilah untuk terlena dengan swafoto privasi berlatar KTP atau dokumen penting lainnya. Kecuali anda benar-benar yakin dapat menyimpannya di folder atau tempat penyimpanan file baik offline ataupun online. Lakukan swafoto KTP hanya jika benar-benar saat anda melakukannya dengan lembaga keuangan terpercaya. Apalagi anda menshare swafoto anda di media sosial hanya ingin mencari sensasi dan popularitas. Celaka, Celaka, anda sedang berada pada sesi kiamat secara ekonomi!
Sebaiknya mulai hari ini, anda harus cukup ikhlas untuk menahan diri tidak terlalu mengumbar data pribadi di dunia maya. Pasalnya, kita tidak pernah tau siapa dan kapan data pribadi akan menjadi senjata mematikan untuk membuat anda mati gaya oleh orang-orang yang akan memanfaatkannya untuk kejahatan dan kriminalitas terselubung.
Cerdas bersosial, Santun bermoral, Sholeh berspiritual!
Baca Juga :

0 Komentar